Momen Unik Final Piala Dunia 2018

momen unik final piala dunia

Momen Unik di Final Piala Dunia 2018

Timnas Prancis akhirnya berhasil memenangkan ajang Piala Dunia 2018 setelah mengalahka Kroasia pada babak final yang berlangsung di Luzhniki Stadium.

Pertandingan berlangsung ketat di babak awal. Apalagi setelah Kroasia yang sempat tertinggal lebih dulu lewat gol bunuh diri Mario Mandzukik sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan keras Ivan Perisic.

Namun sebelum babak pertama berakhir, Prancis akhirnya memimpin setelah wasit meninjuk titik putih pada menit ke-38. Antoine Griezmann yang ditunjuk sebagai algojo berhasil menalkukkan kiper D Subasic.

Di babak kedua, Timnas Prancis kembali menambah 2 gol lewat Kylian Mbappe dan Paul Pogba. Sementara gol hiburan Kroasia dicetak oleh Mario Mandzukik.

Selain pesta gol, duel final Piala Dunia ini juga diwarnai berbagai kejadian unik.

Ditentukan VAR
Masih ingat dengan gol Tangan Tuhan milik Diego Maradona di Piala Dunia 1986? Gol yang membuat rakyat Inggris sakit hati. Saat itu dengan tangannya Maradona sukses menjebol gawang timnas Inggris enam menit babak kedua berlangsung. Menyambut umpan crossing, Maradona melompat seakan menyundul bola. Namun dia tidak menjangkaunya lewat kepala, melainkan dengan tangan yang sengaja di julurkan ke atas. Para pemain Inggris tentu proses, tetapi wasit mengsahkan gol berbau hands ball tersebut. Dalam duel ini, Argentina menang 2-1 dan lolos ke semifinal.

Di Piala Dunia 2018, gol seperti ini nyaris mustahil diulang lagi. Sebab wasit kini sudah dibantu dengan teknologi VAR. Bahkan di final, teknologi menjadi penentu gol kedua Timnas Prancis ke gawang Kroasia.

Berasal dari sepak pojok yang dilakukan Griezmann, Ivan Perisic tanpa sengaja menyentuh bola saat berusaha menghalaunya. Wasit awalnya ragu, namun berkan bantuan VAR, pengadil lapangan pun menunjuk titik putih. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Griezmann sebagai algojo penalti.

Invasi Penonton
Sebagai tuan rumah, Rusia boleh dikatakan sukses menjaga keamanan para penontonnya. Nyaris tidak ada kerusuhan antar suporter seperti yang dikhawatirkan sebelum Piala Dunia berlangsung.

Sayang di babak final, invasi penonton ke tengah lapangan gagal dikendalikan. Empat orang penonton berhasil menembus pagar steward pada babak kedua. Mereka masuk dengan seragam polisi. Salah seorang diantaranya adalah perempuan.

Mereka berlaku menuju lapangan dan membuat pertandingan terhenti sejenak. Pemain Kroasia Dejan Lovren sempat terlibat konvrontasi dengan seorang penyusup. Wajar Lovren marah, karena saat itu mereka tengah tertinggal atas Prancis.

Blunder Kiper
Ini merupakan kali kedua Les Bleus mengangkat trofi bergengsi tersebut setelah 1998 lalu. Namun keberhasilan ini sedikit ternoda oleh blunder yang dilakukan kiper Prancis Hugo Lloris pada menit 69. Berasal dari back pass yang dilakukan Umtiti, Lloris tidak langsung membuang bola menjauhi gawang.

Sebaliknya dia menahan dan berusaha melewati mandzukic yang datang menghampikri. Celakanya, bola justru membentur kaki belakang Mandzukic dan masuk ke gawangnya. BLunder ini membuat Kroasia memperkecil ketinggalan menjadi 2-4.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *