Pemain Terbaik Sejarah Piala Dunia

Pemain Terbaik Sejarah Piala Dunia

Pesepak Bola Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Dari penjaga gawang heroik Gordon Banks, “Gol Tangan Tuhan” Diego Maradona, hingga “Sang Raja” Pele, Berikut jejak pemain terbaik dalam sejarah Piala Dunia

Gordon Banks (Inggris)
Banks adalah penjaga gawang inggris saat menjuarai Piala Dunia 1966. Ia paling dikenang karena penyelamatannya yang luat biasa, menjatuhkan dirinya ke sisi kanan, ia menanggalkan serangan Pele di babak penyisihan grub di Meksiko 1970. Banks yang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Liecester City dan Stoke City, akhirnya pensiun dari sepakbola profesional setelah kehilangan penglihatan satu matanya akibat kecelakaan mobil pada tahun 1972.

Cafu dan Roberto Carlos (Brazil)
Bersama-sama, dua pemain asal Brazil ini merevolusi peran pemain di posisi bek sayap, dengan Cafu di kanan dan Roberto Carlos di kiri. Bek kanan Cafu yang membintangi AS Roma dan AC Milan, bermain di tim nasional Brazil yang menjuarai Piala Dunia 1994 dan menjadi kapten di edisi 2002. Sementara Roberto Carlos yang saat itu tampil luar biasa bersama Real Madrid juga merupakan dari bagian tim. Keduanya bermain di final 1998, di mana mereka kalah dari Perancis.

Franz Beckenbauer (Jerman)
Dikenal dengan julukan Der Kaiser, Beckenbauer merupakan libero hebat pertama yang mendominasi pertandingan dari belakang dalam perannya sebagai sweeper. Legenda Bayern Munich itu bermain di final 1966, kemudian terkenal bermain dengan lengan terbalut ketika Jerman Barat dikalahkan Italia di semifinal Piala Dunia 1970 yang dianggap sebagai “Pertandingan Abad Ini”. Empat tahun kemudia, ia menggangkat trofi di kandang sendiri ketika Jerman Barat mengakhiri mimpi Johan Cruyff dan Belanda dalam kemenangan 2-1 pada laga final di Munich. Ia kemudiah melatih Jerman Barat dan menang atas Argentina di final 1990.

Fabio Cannavaro (Italia)
Tipikal seorang bek, Cannavaro mengkombinasikan kemampuan posisinya yang brilian dan membaca permainan. Ia merupakan bintang di Juventus dan Real Madrid. Cannavaro menjadi kapten Italia dalam kemenangan pada 2006, saat Azzurri mengalahkan Perancis di final lewat adu penalti.

Zinedine Zidane (Perancis)
Seorang playmaker hebat, Zidane bisa dibilang sebagai pemain terhebat di zamannya. Ia meninggalkan jejaknya di Piala Dunia dengan dua alasan yang berbeda. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan Perancis 3-0 di final melawan Brazil pada Piala Dunia 1998, dan merupakan bagian dari kelompok pemain elite bersama dengan Geoff Hurst, Vava, dan Pele yang mencetak tiga gol di final Piala Dunia. Ia juga menjaringkan bola lewat penalti di Berlin pada edisi 2006, sebelum kemudian diusir keluar lewat aksi tandukannya yang tak terlupakan terhadap bek Italia Marco Materazzi dalam laga terakhirnya sebagai pemain Professional. Zidane merupakan satu-satunya pemain bersama dengan Rigobert Song dari kamerun yang diganjar dua kartu merah di Piala Dunia.

Andres Iniesta (Spanyol)
Legenda Barcelona itu merupakan playmaker hebat lainnya yang menghiasi pertandingan Piala Dunia dan mencetak gol yang menentukan di final. Iniesta merupakan salah satu pemain kunci di timnas Spanyol saat juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, yang kemudian juga juara EURO 2012. Ia mencetak satu-satunya gol saat Spanyol mengalahkan Belanda di babak perpanjangan waktu. Iniesta meninggal Barcelona untuk melanjutkan kariernya bersama klub jepang, tetapi ia tetap menjadi bagian dari skuad timnas Spanyol untuk Piala Dunia di Rusia.

Diego Maradona (Argentina)
Tidak ada pemain tunggal yang mendominasi Piala Dunia seperti yang dilakukan Maradona pada edisi 1986, saat ia memimpin Argentina Juara di Meksiko. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan atas Inggris di babak perempat final, menyusul “Gol Tangan Tuhan” yang terkenal dan masih dipandang sebagai gol individu terbesar yang pernah ada di sejarah Piala Dunia. Ia mencetak dua gol di semifinal mengalahkan Belgia. Maradona juga membantu Argentina sampai final 1990, dimana mereka kalah dari lawan yang sama. Setelah pertama kali tampil di Piala Dunia 1982.

Pele (Brazil)
Pele yang dijuluki O Rei (Sang Raja), masih dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa dan merupakan satu-satunya pemain yang telah memenangkan tiga Piala Dunia dimana ia terlibat penuh dalam kemenangan Brazil. Ia melewatkan sebagian besar turnamen 1962 karena cedera, tetapi ia baru berusia 17 tahun saat mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 atas tuan rumah Swedia di final 1958. Ia kembali mencetak gol dalam kemenangan atas Italia di Piala Dunia 1970. Pele mencetak empat gol dalam turnamen di meksiko dan menghibur kompetisi itu seperti ketika ia mempermainkan kiper Uruguay dan upayanya yang luar biasa seorang diri melawan Cekoslovakia yang hanya melebar beberapa inci dari gawang.

Miroslv Klose (Jerman)
Lahir di Polandia, Klose tidak pernah menjadi salah satu nama paling terkenal, tetapi ia memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan 16 gol dalam empat turnamen di edisi 2002 sampai 2014. Mantan penyerang Werder Bremen dan Byern itu bermain di timnas Jerman yang kalah 0-2 dari Brazil di final 2002. Ia merupakan top scorer ketika Jerman mencapai babak semifinal sebagai tuan rumah pada Piala Dunia 2006 dan mencatatkan rekor dalam perjalanannya membantu timnya meaih trofi di Brazil.

Ronaldo (Brazil)
O Fenomeno (Sang Fenomenal) mengalami pasang surut di Piala Dunia. Ia berada di skuad timnas Brazil ketika berusia 17 tahun, tetapi tidak dimainkan saat mereka memenangkan turnamen 1994 di Amerika Serikat. Sementara serangan misterius menghantamnya sebelum final 1998, meskipun ia tetap bermain saat Brazil kalah 0-3 dari Perancis. Pulih dari masalah itu, Ronaldo kemudian muncul sebagai pencetak gol terbanyak pada 2002 dan mencetak dua gol dalam kemenangan atas Jerman di final. Ia kemudian tersingkir dari turnamen 2006, saat Brazil kalah dari Perancis di babak perempat final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *